PENYULUHAN DAN KONSELING GIZI SEIMBANG SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN GIZI KURANG BALITA DI WILAYAH POSYANDU WIJAYA KUSUMA DESA KERTAHARJA TAHUN 2021


    Pandemi Covid-19 ini mengakibatkan semua aspek kehidupan menjadi terdampak. Banyaknya dampak yang timbul dari pandemi mengharuskan semua pihak baik pemerintah, lembaga, maupun masyarakat untuk saling bahu membahu memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini. Salah satu dampak dari pandemi adalah membatasi kegiatan masyarakat, tatap muka, maupun berkerumun. Universitas Negeri Semarang tepatnya Mahasiswa Program Studi Gizi S1 Fakultas Ilmu Keolahraagaan menjadi salah satu pihak yang berkontribusi berupa penyelenggaraan PKL (Praktek Kerja Lapangan) secara individu di domisili masing-masing mahasiswa. PKL yang dilaksanakan yaitu PKL Gizi Masyarakat, dimulai tanggal 3 Agustus sampai dengan 16 September di Desa Kertaharja Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatannya. Kegiatan PKL ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). PKL di lingkungan tempat tinggal merupakan sebuah tantangan bagi mahasiswa itu sendiri karena menghadapi masyarakat yang sering kita temui sehari-hari, memberi pemahaman pada masyarakat di lingkungan tempat tinggal merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah karena masih banyak masyarakat yang masih awam maupun tidak terlalu mengetahui terkait gizi.

Kegiatan PKL Gizi Masyarakat ini dimulai dengan melakukan analisis situasi, identifikasi masalah, identifikasi penyebab, pelaksanaan intevensi atau program pemecahan masalah, dan kegiatan terakhir yaitu monitoring dan evaluasi program intervensi yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil observasi dan analisis yang dilaksanakan, mahasiswa menemukan beberapa permasalahan gizi dan kesehatan pada balita. Permasalahan gizi dan kesehatan tersebut antara lain gizi kurang, berat badan kuang, risiko gizi lebih, dan stunting. Pada permasalahan ini, mahasiswa memfokuskan pada masalah gizi kurang. Salah satu dari sekian banyak penyebab gizi kurang pada balita yaitu pengetahuan ibu mengenai status gizi anak dan gizi seimbang. Kemudian mahasiswa menjalankan program atau ntervensi penyuluhan dan konseling kepada ibu balita sebagai upaya penurunan angka gizi kurang dengan penerapan gizi seimbang da nisi piringku. Kegiatan penyuluhan dan konseling ini dilaksanakan secara door to door. Kegiatan intervensi ini diawali dengan memberikan soal pre test, penyuluhan dan konseling, dan yang yang terakhir post test. Tujuan dalam memberikan pre test dan post test yaitu membandingkan tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi, mengetahui apakah ibu balita mengalami peningkatan pengetahuan setelah intervensi atau tidak. Dari hasil analisis yang dilakukan, didapatkan bahwa skor pre test dan post test masing-masing responden mengalami perubahan, yaitu skor post test lebih tinggi dari pre test atau pengetahuan ibu balita mengalami peningkatan setalh diberikan penyuluhan dan konseling yang diberikan mahasiswa.

Pelaksanaan kegiatan PKL yang dilakukan secara individu di domisili mahasiswa tentunya memberikan pelajaran dan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa. Meskipun demikian, kesulitan-kesulitan tentunya juga turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, kerja keras, dan keikhlasan. Pelaksanaan kegiatan PKL ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat terutama ibu balita.  

 


Comments